Jump to content

Linda Kusumo

Members
  • Content Count

    19
  • Joined

  • Last visited

  • Days Won

    2

Linda Kusumo last won the day on February 12 2018

Linda Kusumo had the most liked content!

1 Follower

About Linda Kusumo

  • Rank
    Baru Bergabung

Recent Profile Visitors

1,220 profile views
  1. Hayooo ... siapa yang hobinya selfie-selfie ... ? Nah, kalo itu kamu dan lagi mampir di kota Malang, wah ... pas banget, tuh ... moment-nya. Soalnya ada sebuah lokasi buat selfie-selfie sampai sepuas hatimu , loh ... Namanya Kampung Warna-Warni Jodipan. Apaan, tuh ... ??? Okelah ... Ada istilah tak kenal maka tak sayang, ya. Jadi kita intip dulu, yuk ... sejarah terbentuknya Kampung Warna-Warni ini ... Berawal dari sekelompok mahasiswa Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yaitu GuysPro yang harus mengerjakan tugas kuliah praktikum PR dan Event Management di kampusnya. Mereka harus menggandeng klien yang nyata, loh ... Akhir kata mereka mendapatkan klien dari perusahaan cat Indana Paint yang punya pabrik di kota Malang. Pada tanggal 4 Mei 2016 mereka mempresentasikan rencana mewarnai kampung Jodipan di depan direksi Indana Paint. Sebelum dicat dengan tema "Decofresh Warnai Jodipan", warga kampung Jodipan melakukan kerja bakti terlebih dulu untuk membersihkan kampung, baru kemudian dicat oleh tukang dan dengan cat yang keduanya sudah disiapkan oleh pihak Indana Paint. Ternyata ide ini justru menjadikan Kampung Jodipan sebagai salah satu tujuan wisata Kota Malang, loh ... Selain mengubah perilaku kurang baik dari warganya yang semula sering buang sampah sembarangan, keberadaan Kampung Warna-Warni ini ternyata juga dapat meningkatkan perekonomian warganya (suryamalang.tribunnews.com/5 September 2016). Nah ... Sekarang kita ulas kampungnya, ya ... Sebetulnya pintu masuk ke Kampung Warna-Warni ini ada 2, ya ... Cuma bagi kamu yang dari luar kota Malang, sebaiknya masuk dari Kampung Tridi saja yang jaraknya tidak jauh dari stasiun Kota Baru Malang. Apa lagi sih, Kampung Tridi itu ? Jadi Kampung Tridi itu berseberangan dengan Kampung Warna-Warni yang hanya dipisahkan dengan Sungai Brantas. Sesudah Kampung Warna-Warni booming, Kampung Tridi ini segera berbenah diri juga, ya ... Selain pemukiman penduduknya dicat warna-warni trus digambari juga dengan (maunya) gambar 3 dimensi. Cuma, ya ... jangan berharap lebih sama kualitas gambarnya, ya ... Maklumlah ... HTM-nya juga cuma Rp.2.500,- aja, sedangkan HTM Kampung Warna-Warni cuma Rp.2.000,- (jadi terlalu sadis kayaknya kalo kualitas gambarnya dibandingin sama museum 3D yang HTM-nya bisa puluhan ribu sampe seratusan ribu itu, loh ...hehehe ....). Pada tanggal 9 Oktober 2017, jembatan kaca yang menjadi penghubung antara Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi diresmikan oleh Walikota Malang. Jembatan ini memiliki panjang 25 meter dan lebar 1,25 meter dan mampu menampung 50 orang. Inspirasinya, sih mengambil dari jembatan kaca di Tiongkok. Tapi memang gak seluruh lantai jembatannya dari kaca, ya ... Cuma sedikit saja, kok ... di tengahnya. Jadi gak usah ngeri, deh pas melewatinya. Kalo kita bawa kendaraan roda 2, sih gak masalah karena bisa diparkir di halaman parkirnya kampung Tridi ini, ya ... Tapi kalo kita bawa kendaraan roda 4, sebaiknya memang diparkir di halaman stasiun Kota Baru-Malang trus kita jalan melipir, dah ... ke arah jembatan Jodipan. Naek becak juga bisa, sih ... Jaraknya memang nanggung, tuh ... Buat yang gak hobi jalan dan gak betah panas, ya ... sedikit jauh. Tapi kalo naek becak, juga terlalu dekat. Paling mahal Rp.10.000,- Di lokasi penduduknya juga banyak yang berjualan makanan dan minuman sampe jualan sandal japit warna-warni juga ada, loh ... hehehe ... Selain buat antisipasi kalo sepatu atau sandalnya lepas gara-gara keasikan foto-foto, bisa juga dijadikan cendera mata. O'ya ... kalo datengnya pas musim liburan, kusarankan datangnya sepagi mungkin, ya ... karena jam 6 pagi, kampung ini sudah menerima pengunjung, loh ... Selain hawanya masih segar dan tidak panas, jumlah pengunjungnya juga masih sedikit. Soalnya semakin siang pengunjungnya semakin mbludak dan kita sudah gak bisa bebas lagi poto-poto di spot-spot kerennya. Jangan lupa juga bawa power bank, ya ... soalnya dijamin bakalan bolak-balik charge hp, tuh .... Banyak banget spot potonya yang keren-keren, loh ... Zuerrrr .....
  2. Hallo ... buat kamu yang lagi pas ada di Surabaya dan lagi pengen jalan-jalan di sekitaran bangunan peningalan bersejarahnya ... aku sarankan mampir saja, ya ... ke House of Sampoerna yang ada di jalan Taman Sampoerna nomor 6, Krembangan Utara, Surabaya. Apa sih, House of Sampoerna itu? Itu loh ... sebuah komplek bangunan yang dimiliki sebuah perusahaan rokok bernama Sampoerna di mana di dalamnya terdapat museum, galery, kafe sekaligus pabrik rokoknya juga. Selain itu pihak Sampoerna sendiri menyediakan sebuah bis wisata untuk mengantarkan siapa saja yang mau jalan-jalan mengenal lebih dekat lagi jalur-jalur berikut berbagai bangunan peninggalan bersejarah yang ada di kota Surabaya. Keren, khan ... Nama bekennya bis Surabaya Heritage Track (SHT), ya ... dan disediakan secara gratis oleh pihak House of Sampoerna. Jadwal pemberangkatannya setiap hari, dengan titik keberangkatan di jalan Taman Sampoerna nomor 6, Surabaya (kecuali hari Senin libur, ya ...) dengan 3 kali pemberangkatan, yaitu : -jam 09.00 - 11.00 dengan jalur tujuan Balai Pemuda, Balai Kota dan Museum Bank Indonesia; -jam 13.00 - 15.00 dengan jalur tujuan Tugu Pahlawan dan gedung PTPN XII; -jam 15.00 - 17.00 dengan jalur tujuan Klenteng Hok An Kiong dan Museum Bank Mandiri; Jangan kuatir kita bakalan bengong jalan-jalan sendirian, ya ... karena disediakan pemandu wisatanya juga yang akan menjelaskan bangunan-bangunan bersejarah yang dilewati oleh bis SHT ini berikut kita diajak berkeliling juga ke dalam tempat-tempat bersejarah yang jadi tujuan wisatanya. Mereka juga menguasai bahasa Inggris. Jadi gak masalah, tuh ... kalo ada turis asing yang ikutan. Ok, deh ... bis SHT ini diparkir di seberangnya gedung A Cafe. Jadi posisinya dekat pintu masuk House of Sampoerna, ya ... Kalo naik taksi atau ojek online, kita cukup mutari pepohonan rindang yang ada di depan A Cafe saja. Pak satpamnya selalu sigap membantu, loh ... Salut, deh .... Trus kita bisa langsung masuk ke dalam bangunan yang ada tulisan A Cafe di atasnya ini. Di ruangan sebelah kanannya ada petunjuk Tourist Information Center (TIC) atau Pusat Informasi Turis. Nah, kita kudu mendaftar terlebih dahulu. Jadi sebaiknya datangnya jangan mepet waktu keberangkatan, ya ... karena 10 menit sebelum jadwal keberangkatan, kita sudah diminta masuk ke dalam bis SHT-nya. Sesudah mendaftar, kita akan mendapatkan 1 peta mungil berikut karcisnya. Saranku sih, kalau mau pasti berangkatnya, kita bisa mendaftarkan diri dulu lewat telepon (telp no. 031 3539000/ext.24142) maksimal 1 bulan sebelum keberangkatan. Karena kalo langsung datang di lokasi dan mau mendaftar belum tentu dapat tempat duduk, loh ... karena biasanya selalu penuh, apalagi di hari Sabtu dan Minggu dengan jadwal keberangkatan favorite jam 9 pagi dan jam 1 siang. Selanjutnya sebelum masuk bis SHT, kita mendapatkan tanda peserta. Isi bis SHT ini maksimal 22 orang peserta, full ac dan terawat bersih serta dilarang makan dan minum selama perjalanan, ya ... Ok, deh ... biarpun program bis SHT ini gratis, bukan berarti pelayanannya jadi tidak profesional, loh ... Jadi, hayukkk ... bagi kamu-kamu yang hobi menjelajah tempat-tempat bersejarah dan pas lagi ada di Surabaya, bisa rame-rame wisata sejarah dengan bis Surabaya Heritage Track ini, ya .... Dijamin ... seru, uiyyy ....
  3. @Rawoniste : Di atas sudah ada postingan poto rute berikut kisaran jangka waktu di masing-masing lokasi. Silakan diintip lagi, kakak .... @deffa: Butul ... butul .... ini wisata buat yang ogah ribet ... hehehe ....
  4. Setujuuuu, kakak .... dan ternyata ada juga wisata yang menarik tapi gak bikin kantong jebol, yaaa ....
  5. Zuerr ... keliling kota Surabaya cuma pake duit Rp.7.500,-? So pasti, dunk ... kalau kita jalan-jalannya pake bis Surabaya Shopping And Culinary Track (SSCT). Mau ... ??? Hayuukk ... kalau gitu ikutin terus, ya ..pengalaman jalan-jalanku pake bis SSCT di bawah ini. Jadi, sebelum memulai acara jalan-jalannya, kita harus beli tiketnya dulu di bagian Surabaya Tourism Information Center yang ada di gedung Balai Pemuda (jalan Gubernur Suryo 15, Surabaya). Rute bis SSCT ini ada 2, ya ... yaitu visit museum buat setiap minggu ganjilnya dan visit bahari buat setiap minggu genapnya (masing-masing setiap hari Selasa, Sabtu dan Minggu, dimulai jam 9.00 - 14.00). Kali ini aku memilih rute visit bahari . Pemberangkatan awalnya dari gedung Balai Pemuda dan kudu on time, loh .... jam 9 pagi tet .... gak pake nawar kalo gak mau ditinggal sama bisnya... hehehe .... Tempo hari itu, sih ... pemandunya Ning Suroboyo 2017 (yaitu Ning Astrid sama Ning Sheri. Hallo, Ning ... kita pada mejenx di sini, neh ... ). O'ya ... jangan kuatir kepanasan, ya ... karena bis SSCT-nya ber-ac dan selama ada di dalam bis, peserta dilarang makan dan minum kecuali minum air putih sekedar melepas dahaga. Harap maklum, sih ... bis SSCT-nya bersih bingit ... kan sayang kalo sampe harus dikotori remah-remah makanan. Hayuukk... kita mulai acara jalan-jalannya, yaaa ... Dari gedung Balai Pemuda, kita langsung ke : 1. gedung BALAI KOTA (jalan Walikota Mustajab-Surabaya) yang jarak tempuhnya cuma sekitar 15 menit saja karena kedua gedung ini memang letaknya berdekatan. Gedung Balai Kota ini dikenal sebagai Taman Surya yang dipergunakan sebagai kantor dinas Walikota Surabaya. Kita langsung dibawa masuk ke dalam gedung trus di-infokan asal usul dan lambangnya kota Surabaya berikut pendiri gedung Balai Kota. Gedung Balai Kota sendiri didirikan pada tahun 1923 pada masa walikota kedua Surabaya (GJ Dijkerman) dengan menghabiskan biaya sebesar 1000 gulden dan merupakan hasil karya dari arsitek berkebangsaan Belanda (GC.Citroen) dengan pelaksananya HV Hollandsche Beton Mij. Ternyata gedung Balai Kota yang ada sekarang sebetulnya cuma bagian belakangnya saja, loh .... dari rencana keseluruhan pembangunannya sendiri di masa penjajahan. Berhubung keterbatasan dana, ya akhirnya pembangunan selanjutnya harus dihentikan. Wow ... halaman belakangnya sendiri saja sudah begitu luas, yaaa ... bagaimana kalo sampai pembangunan selesai keseluruhannya? Gedung Balai Kota ini sendiri dilengkapi dengan bunker bawah tanah, loh ... yang semula dipersiapkan sebagai tempat perlindungan dalam menghadapi Perang Dunia II (tahun 1939-1945) dan konon merupakan salah satu dari 257 bunker yang dibangun sebelum tahun 1942 pada gedung-gedung yang ada di Surabaya. Ning Astrid lagi in action, tuh ... di belakangnya persis terletak bunkernya. Hadooohhh ... beratnya itu pintu bunker pas ditarik. Di dalam bunker ada 2 anak tangga ke lorong bawah tanah yang bisa tembus ke kantor Gubernur Surabaya sedangkan di seberangnya adalah lorong bawah ke GPIB Maranatha (jalan Yos Sudarso nomor 11, Embong Kaliasin-Surabaya/sekitar 350 meter dari gedung Balai Kota). Untuk alasan keamanan, lorong-lorong ini ditutup karena adanya gas beracun di dalamnya. Waaaa ... kalo gak ikutan bis SSCT, mana bisa masuk ke dalam bunker gedung Balai Kota, yaaa ... Dari gedung Balai Kota, kita lanjut, yukk ... ke : 2. MONUMEN KAPAL SELAM (MONKASEL/jalan Pemuda 39, Surabaya). Di sini ada tiket masuknya sebesar Rp.10.000,-/orang. Kapal selam ini merupakan salah satu armada Angkatan Laut RI yang punya nama KRI Pasopati-410, buatan Rusia tahun 1952 dan pernah dilibatkan dalam pertempuran Laut Aru untuk membebaskan Irian Barat dari pendudukan Belanda. Panjang keseluruhannya 76 meter dan lebar maksimumnya 6,30 meter dan untuk sampai di tempatnya sekarang dilakukan pemotongan bagian per bagiannya terlebih dulu. Hayukk ... sekarang kita masuk ke dalamnya. Sempit, uiyyy ...Untung ada ac di dalamnya, ya ... kalo gak bisa pengap, neh ... kita soalnya seperti jalan di dalam lorong, loh ...Ada penampakan barak tempat tidur prajuritnya. Hehehe ... kalo kita-kita yang bobok di situ, dijamin bakalan ngglundung, tuh ... Oopss ... Ruang tinggal perwiranya disendirikan, tapi tetep sama sempitnya. Maklum ... ini di dalam kapal selam, uiyyy... bukan di kamar hotel .... hohoho .... Ruangan komunikasinya juga dipisahkan tersendiri. So pastinya ada kelengkapan mesin-mesin yang ada di dalam kapal selam. Puyeng, dah ...buat yang gak ngerti, hehehe .... Ada teropongnya juga buat lihat sikon di luar kapal selam. Dan dari lorong satu ke lorong lainnya, kita harus melewati lobang sempit yang cuma cukup buat 1 orang saja, yaaa .... Sesudah kita menyusuri seluruh isi kapal selam, kita dipandu ke dalam sebuah ruangan semacam mini theatre, gitu ... buat menyaksikan filem dokumenter tentang Angkatan Laut RI, ya ... Sayangnya kualitas gambarnya kurang bagus dan terkesan monoton. Coba kalo dibuat filem 3 dimensi, kayaknya bakalan seru, tuh ... hehehe ... Okey ... dari MONKASEL, kita lanjut terus, yuukk ... ke : 3. MUSEUM SURABAYA (gedung Siola-Tunjungan, Surabaya). Gedung museumnya sendiri jadi satu sama pusat pelayanan terpadu pemkot Surabaya untuk warganya, loh ... keren .... Memang barang-barang koleksinya gak seberapa banyak tapi patut diacungi jempol pemikiran buat menyatukan museum ini sama pusat kegiatan masyarakat. Warga yang kebetulan jenuh nunggu antrian buat dilayani bisa mampir dulu ke museum ini lihat-lihat koleksinya, apalagi gak ada tiket masuk alias gratis, tinggal isi buku tamu saja. Ada pemandunya juga, loh ...Ning Sheri lagi in action, tuh ... jelasin perlambang dan maknanya pakaian daerah Cak dan Ning Suroboyo. Ada beberapa barang koleksi museum juga yang jadi perhatianku, ya ... diantaranya kursi roda kayu ini yang didapat dari rumah sakit di Surabaya. Kreatif bingit, loh ... dari kursi kayu biasapun jadi, tinggal dipasangi roda, pegangan tangan dan dudukan kaki. Ada 2 buah piano asli peninggalan penjajah Belanda yang diambil dari gedung Balai Pemuda. Dulunya piano ini dipergunakan penjajah Belanda untuk menghibur diri mereka. Sampai sekarang kualitas suaranya masih bagus dengan pemeliharaan yang teratur. Ada perlengkapan makannya juga buat sajian prasmanan pada masa itu. Cermin hias Ratu Belanda Wilhelmina kalo pas dia berkunjung ke Indonesia, ada juga, loh di sini ... yang dibawa dari gedung Balai Pemuda. Di pinggir meja kecilnya ada lambang huruf W sebagai inisial namanya. Nyempetin mejenx, ah ... siapa tau ketularan jadi ratu, hehehe .... Dari Museum Surabaya, kita lanjut, yuk .... ke : 4. TAMAN HIBURAN PANTAI KENJERAN (THP KENJERAN)/Jalan Pantai Ria Kenjeran-Bulak, Surabaya. Gak banyak yang aku ulas di sini berhubung full pengunjung. Pantainya juga keruh airnya dan gak punya bibir pantai. Ada panggung hiburan ndangdut yang dipasang di pinggir pantainya. Aku cuma nunut makan siang di sini. Gak bisa intip-intip juga berbagai kios souvenir di sepanjang pantainya berhubung keterbatasan waktu. Dari THP KENJERAN, kita lanjutin perjalanan ke : 5. SENTRA IKAN BULAK (Jalan Sukolilo 7 nomor 24-Kedung Cowek-Bulak, Surabaya). Bangunannya sendiri bagus, bersih dan memanjang. Dipisahkan antara tempat para pedagang ikan segar dan para pedagang hasil olahan ikannya. . Anginnya lumayan besar. Maklum ... diseberangnya persis sudah pantai Kenjeran. Trus kalo kita beli krupuk dari kantong plastik besar itu, sesudah ditimbang sama penjualnya, nanti dimasukin ke dalam kantong plastik khusus bermerk dagangannya trus ujungnya dipress rapi pake mesin. Ok ... kita lanjut lagi, yuk ... ke : 6. JEMBATAN SUROBOYO (Jalan Raya Pantai Lama, Kenjeran, Bulak-Surabaya) Sesudah menyusuri pantai Kenjeran yang banyak nongkrong pasangan muda-mudinya, bis wisatanya dibawa sama sopir pak Yit melewati Jembatan Suroboyo. Peresmian jembatannya sendiri, sih sebetulnya sejak tanggal 9 Juli 2016 lalu, tapi toh, tetep aja sampai sekarang masih banyak pengunjungnya, apalagi persis di bawah lengkungan jembatannya itu dan ... anginnya besar banget, uiyyy .... Pengunjung juga bisa naik ke atas lengkungannya, tapi hati-hati, ya ... soalnya kalo jatuh bisa langsung nyemplung langsung ke pantai Kenjeran ... hehehe .... Ada sekitar setengah jam kita dikasih kesempatan turun dari bis. Di sebelah kanan jembatan terdapat pemukiman penduduk dengan atap rumah yang sengaja diwarna-warni supaya menarik. Sedang di sebelah kirinya terdapat pantai Kenjeran dengan pemukuman penduduk serta perahu para nelayan. 7. Hayuukkk ... kita lanjut ke Sentra UKM Merr (Jl Dokter Ir Haji Soekarno no.11/Medokan Semampir,Sukolilo-Surabaya). Tujuan terakhir kita adalah Sentra UKM Merr ... itu, tuh ... pusatnya semua produk UKM dijual. Gedungnya sendiri diresmikan sama Walikota Surabaya bu Risma pada tanggal 16 Desember 2014, full ac dan terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama menjual berbagai macam produk kerajinan (rotan, hasil laut, dedaunan dan biji-bijian). Lantai dua menjual berbagai produk pakaian pria dan wanita berikut pernak-pernik perlengkapannya. Lantai tiga menjual berbagai olahan makanan dan lantai empatnya dipergunakan sebagai ruang pertemuan. Sedang toiletnya sendiri ada di lantai pertama dan ketiga. Harga produknya rata-rata relatif terjangkaulah ... hitung-hitung dengan membeli berbagai produk di tempat ini berarti kita juga turut memajukan produk ukm yang ada di Surabaya. Ok, deh .... akhirnya selesai sudah acara jalan-jalan SSCT-nya ... jalan-jalan yang berkesan karena selain membuka wawasan pengetahuan, kita juga diajak berbelanja di sentranya sekaligus. Thanks buat SSCT, Ning Suroboyo (Ning Astrid dan Ning Sheri) dan sopiir Pak Yit ... Sampai ketemu lagi, ya ....
  6. @noped...Gak pa...pa...aku maklum...Terpaksa juga neh...nyerah sama acarane tour-ku yang seharian ke pantai melulu....hehehe....
  7. Iya...nih...sekarang juga masih cari...sekaligus jadi guidenya juga yaa.....tolong...tolong....
  8. Hai,Itha...aku Linda dari Sidoarjo...nomer hpnya masih nomor yang sama,yaaa....kemaren sore aku coba hubungi di 087861224586 kok gak direspond,yaaa....
  9. Segera meluncuuurrr......moga aku bisa nemukan info menarik lainnya yang bisa diposting juga,yaaa....
  10. Tengkyu buat semua responnya, yaa.... @deffa: Tiket masuk weekday Rp.40.000,- dan weekend Rp.60.000,- @kyosash: Fotonya banyak sih...cuma belom tau cara postingnya. Ada info?
  11. Tanggal 1 Juni 2015 lalu,aku jalan-jalan ke The Bagong Adventure di kota Batu-Malang.Itu loh... museum tubuh manusia yang isinya so pasti setiap organ yang ada di dalam tubuh kita.Eit...jangan ngeri dulu,ya....soalnya bukan organ tubuh beneran,kok...cuma dibuat persis seperti bentuk aslinya dengan ukuran yang lebih besar juga.Ya...buat nambah pengetahuan tentang isinya tubuh kita,deh... Ada zona gigi, telinga, hidung, otak, mata, pembuluh darah, jantung, paru-paru, hati, lambung, usus, ginjal dan tulang sendi.Di masing-masing zona, ada alat peraga dan penjelasannya yang dipandu sama teman-teman dari akademi kesehatan. Di ruang serba guna, ada berbagai macam alat kedokteran yang bisa kita pinjam buat berfoto ria,loh. Ada ruang pemeriksaan gratisnya juga di mana kita bisa periksa mata,osteoporosis,asam urat,gula darah,kolesterol,lemak tubuh,golongan darah dan tekanan darah.Semuanya gratis...tis... Tapi di ruang exhibition, yang boleh masuk cuma yang sudah berumur 18 tahun ke atas dan gak boleh difoto dengan alasan etika.Di sini kita bisa lihat berbagai pose mayat yang diawetkan dalam kotak kaca tertutup rapat.Semua pendonor tubuhnya dari Taiwan dan dikerjakan sama profesor dari Taiwan juga. Dibentuk dalam posisi duduk,berlari,seperti atlet taekwondo dan balerina.Ada sinema 3 Dimensinya juga yang memperlihatkan proses pembuahan dalam rahim.Pokoknya asik punya,deh...(apalagi kalo yang suka...hehehe....).
×
×
  • Create New...

agoda-hemat.png