Jump to content

bagus hadi

Members
  • Content Count

    8
  • Joined

  • Last visited

  1. METROPOLITAN – Pembangunan jalan dengan betonisasi dan aspal di Desa Cibunar, Kecamatan Parung­panjang, mendapat banyak dukungan dari masyarakat setempat. Hal itu terbukti saat pemerintah desa meng­gunakan Dana Desa (DD) termin ke-III tahun anggaran 2018, warga sekitar begitu antusias gotong-royong. Sekretaris Desa Cibunar Muhtarom mengatakan, peningkatan infrastruk­tur jalan di desanya sudah tereali­sasi dengan tepat, baik pada pengas­palan maupun betonisasi. “Bantuan kurang lebih sekitar Rp300 juta,” kata Muhtarom. Semua, sambungnya, dikerjakan gotong-royong. Salah satunya di Kam­pung Cakung, RT 02/09, dengan pan­jang 500 meter dan lebar 2,5 meter. “Jalan merupakan salah satu akses masyarakat yang begitu vital dalam kehidupan,” bebernya. Muhtarom menjelaskan, untuk 2019, pemerintah desa akan fokus pada peningkatan jalan lingkungan. “Selain infrastruktur, tahun ini ada juga pro­gram untuk pemberdayaan masyara­kat. Salah satunya BUMDes,” pungkasnya. (mul/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/masyarakat-gotong-royong-pakai-dana-desa/
  2. METROPOLITAN – Pengajian rutin setiap malam Rabu yang dimulai pukul 20:00 hingga 23:00 WIB menjadi agen­da warga Desa Cicadas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Infor­masi terhimpun, tak kurang dari 300 warga mengikuti kegiatan keagamaan tersebut. Tepatnya yang dilaksanakan di 13 titik lokasi di wilayah desa. Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangu­nan (Kasi Ekbang) Desa Cicadas Yanto Andriansyah mengatakan, ke­banyakan acara keagamaan tersebut diikuti warga dari dua kecamatan. “Di antaranya warga Kecamatan Ci­ampea dan Cibungbulang,” katanya kepada Metropolitan. Ia melanjutkan, sementara untuk kaum ibu digelar setiap Sabtu pagi di Masjid Thoriqotyssaa’adah di Kam­pung Sawah, RT 05/06, yang juga melibatkan Angkatan Muda Thoriqotyssaa’adah (AMT). “Tujuan­nya untuk meningkatkan ukhuwah islamiah,” terangnya. Selain itu, pengajian mingguan ter­sebut mampu memberi efek positif terhadap cara warga bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. “Dalam pengajian, materi yang disampaikan penceramah jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari banyak me­miliki nilai positif,” ujarnya. Ia berharap agenda rutin ini bisa dijadikan wadah warga Cicadas men­jalin silaturahmi serta tempat saling berbagi pengalaman dan bertukar informasi yang baik. “Bahkan kegia­tan ini bisa menjadi wadah yang bisa dan untuk memecahkan suatu ma­salah di tengah lingkungan masyara­kat dan menjadi wadah untuk men­cegah hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (yos/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/warga-getol-ikut-pengajian/
  3. METROPOLITAN – Pemerintah Desa Cikuda di Kecamatan Parung­panjang akan meningkatkan desti­nasi wisata. Salah satunya di Bukit Dago yang terletak di Kampung Ga­rugan, RT 05. Terlebih wilayah itu begitu ramai didatangi para pelancong dari berbagai daerah. Sekretaris Desa Cikuda Ridwan mengatakan, objek wisata itu dikun­jungi bukan hanya wisatawan lokal, namun banyak yang datang dari Ja­karta dan Tangerang. “Bukit Dago bisa menjadi wisata edu­kasi keluarga. Nantinya semua ini akan dikelola dengan baik oleh pemerintah desa,” kata Ridwan saat ditemui war­tawan koran ini, kemarin. Menurutnya, wisatawan banyak yang berkunjung, terutama di akhir pekan. Sebab, wisata tersebut tak jauh dari pusat kota dan berbatasan langsung dengan Kota Tangerang. “Kami akan terus meningkatkan potensi yang ada karena setiap akhir pekan pengunjung selalu mem­beludak,” bebernya. Ridwan mengungkapkan, ke depan pengelolan akan diambil alih Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan kepengurusan dari warga. “Wahana yang ada di sini akan terus ditambah demi mendongkrak ekonomi masy­arakat,” pungkasnya.(mul/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/tingkatkan-potensi-wisata-desa-demi-warga/
  4. METROPOLITAN – Demi pemera­taan infrastruktur di Desa Pingku, Kecamatan Parungpanjang, warga setempat gotong-royong membangun jalan desa dan lingkungan dengan memanfaatkan bantuan Dana Desa (DD) termin ke-III. Sekretaris Desa Pingku Suheri men­gatakan, pada 2018 pemdes mening­katkan kualitas jalan desa dan ling­kungan dengan memanfaatkan ban­tuan DD. “Peningkatan ini kami rea­lisasikan dengan pengaspalan dan betonisasi jalan,” katanya. Suheri menjelaskan, Rp600 juta ang­garan DD langsung diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa. Hampir 100% jalan di Desa Pingku sudah dibeton melalui program DD. “Contohnya di Kampung Pahe­lar, RT 01/02, yang menjadi akses penting untuk aktivitas masyarakat,” ucapnya. Ia menerangkan, pengerjaan itu dilakukan gotong-royong, sehingga pengerjaan selesai kurang dari sepe­kan. “Saat ini jalan sudah layak dila­lui kendaraan dan semakin mening­katkan perekonomian warga,” pungkasnya. (mul/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/bantuan-dana-desa-sukses-terserap-kekompakan-warga-bikin-desa-sejahtera/
  5. METROPOLITAN – Pemerataan in­frastruktur di setiap pelosok merupakan program utama Pemerintah Desa (Pem­des) Pamijahan, Kecamatan Pamijahan. Karena itu, warga gotong-royong membangun desa dari Dana Desa (DD) termin ke-III. Kepala Desa Pamijahan Sri Wahyuni menjelaskan, pembangunan di wi­layah ada beberapa titik lokasi peng­aspalan dan betonisasi jalan. “Bantuan DD kurang lebih Rp200 juta, semua sudah terserap untuk peningkatan ja­lan,” kata Sri, sapaan karibnya. Pengerjaan infrastruktur jalan di desanya sudah 100% selesai. Semua itu dilakukan semata-mata demi me­ningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya peningkatan jalan di RT 01/05, dengan panjang sekitar 500 me­ter dan lebar dua hingga tiga meter. Pengerjaan itu dilaksanakan gotong-royong sehingga pembangunan bisa selesai dalam sepekan. “Alhamdulillah, akses jalan saat ini sudah layak dilalui kendaraan dan ekonomi masyarakat pun meningkat dengan sendirinya,” pungkas Sri. (mul/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/infrastruktur-jadi-skala-prioritas-desa-2/
  6. METROPOLITAN – Dana Desa (DD) termin ke-III dari Anggaran Pendapa­tan dan Belanja Negara (APBN 2018) senilai Rp470 juta berhasil ter­serap dengan baik di Desa Pabangbon, Keca­matan Leuwiliang. Biaya bantuan dari pemerintah pusat itu dialokasikan untuk pengaspalan jalan desa (jaldes) se­panjang 1.600 meter. Sekretaris Desa Pabangbon Iyus Ruskandi memaparkan, hotmiks itu melintasi Kampung Cilanglubang, RT 01/03, hingga Kampung Cilame II, RT 01/07. ”Pengerjaannya sudah rampung. Jadi masyarakat desa dapat memanfaatkan akses jaldes ini untuk aktivitasnya,” ujarnya kepada Metro­politan, kemarin. Ia menjelaskan, giat itu direalisasi­kan gotong-royong bersama warga desa, sekaligus dimasukkannya pro­gram Padat Karya Tunai (PKT) yang diberikan kepada warga 30 persen dari penggunaan DD tahap III terse­but. ”Khusus untuk PKT ini direalisasi­kan guna pembuatan bahu jalan baru di Kampung Ciatel, RT 02/12, sampai Kampung Gunungmenir, RT 01/05, sepanjang 1.400 meter dengan lebar bahu jalan tiga meter,” paparnya. Ia berharap terlaksananya kegiatan itu dapat memberi manfaat terbaik untuk warga Desa Pabangbon yang saat ini berdomisili di 29 RT, 13 RW dan empat dusun di wilayah seluas 1,197 hektare, dengan jumlah pen­duduk 6.145 jiwa. (yos/c/yok/run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/desa-pabangbon-serap-dd-rp470-juta-jalan-dua-kampung-mulus/
  7. METROPOLITAN – Demi terwujudnya Desa Girimulya yang maju, mandiri, sejahtera dan berbudaya, berdasarkan keimanan, ketakwaan serta kewibawaan dan pembangunan diberbagai bidang, telah menjadi fokus Kepala Desa Girimulya, Lukman Safari. Ia mengaku, memang tidak mudah memimpin wilayah desa yang saat ini terdiri dari 30 RT, delapan RW dan tiga dusun dengan jumlah penduduk secara keseluruhan 10.100 jiwa. Namun, dengan niat yang tulus untuk melayani masyarakat, semua kendala yang dihadapi perlahan mulai bisa teratasi. “Tujuan kami disini hanya untuk melayani masyarakat,” ujar Lukaman saat ditemui Metropolitan, kemarin. Diharapkan semua program bisa terjawab dengan baik. Selain itu, pihaknya juga tengah menggenjot pembangunan infrastruktur disisi sektor pembangunan. “Setelah seluruh infrastruktur merata, secara otomatis maka masyarakat bisa meningkatkan perputaran ekonominya,” tukasnya. (yos/b/yok) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/perubahan-lebih-baik-4/
  8. METROPOLITAN – Pemerintah Desa (Pemdes) Parungpanjang di Kecamatan Parungpanjang, sukses merealisasi penyerapan bantuan dari pemerintah pusat melalui program Dana Desa (DD). Semua peningkatan infrastruktur pun dikerjakan gotong-royong bersama warga. Kepala Desa (Kades) Parungpanjang Nina Kurniasih mengaku bersyukur atas kekompakan masyarakat desanya yang masih terjaga dengan baik hing­ga kini. ”Budaya gotong-royong merupakan budaya yang harus diles­tarikan hingga di masa mendatang. Selain itu, hal ini bisa menjadi wadah silaturahmi antarwarga,” katanya. Nina mengaku dengan keguyuban itu menjadikan pekerjaan lebih cepat karena dilaksanakan bersama-sama. Salah satunya di Kampung Mekar­mulya, RT 03/04. “Jalan di kampung itu sudah dikonblok dengan angga­ran kurang lebih Rp300 juta,” ucapnya. Ia menjelaskan, semua pendanaan berasal dari DD termin ke-III. Karena itu, Nina berharap dengan akses in­frastruktur yang layak bisa menjadi daya gedor perputaran ekonomi warga Parungpanjang. (mul/b/yok/ run) SUMBER : http://www.metropolitan.id/2019/02/bangun-jalan-pakai-dana-desa-2/
×
×
  • Create New...

agoda-hemat.png